Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PT. Indocitra Logistics Express
blog-img-10

Posted by : Toni Ariawan

Tips Cara Packing yang Tepat Jaga Barang Aman dan Antirusak Saat Diterima Pembeli

Sebagai seorang pemilik bisnis, anda pasti sering menghadapi macam-macam komplain dari pembeli. Bentuk komplain yang disampaikan oleh pembeli bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya:

1. barang yang dibeli belum diterima

2. terdapat cacat pada barang atau barang nggak sesuai dengan yang dipesan, adanya dugaan penipuan

3. lambatnya proses pengiriman, atau

4. kemasan paket yang rusak.

Mendapatkan komplain seperti itu tentu nggak mengenakan banget ya, Guys. Selain bikin nggak enak hati dan semangat jualan jadi turun, komplain juga bisa merugikan bisnis.

Untuk mengurangi komplain-komplain tersebut, kamu perlu menempuh quality control yang maksimal untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga baik, bekerja sama dengan ekspedisi terpercaya untuk mengatasi keterlambatan pengiriman, dan yang nggak kalah penting adalah membekali dirimu dengan pengetahuan teknik packing paket yang tepat. Cara packing barang yang baik dan benar dapat mengurangi komplain yang akan kamu terima dari pembeli akibat paketnya rusak. Melewatkan detail kecil saat mengemas paket bisa menimbulkan kerusakan yang nggak sepele loh. Kalau paket yang sampai ke pelanggan dalam keadaan baik, dijamin mereka akan puas dengan pelayananmu.

So, perlu anda simak teknik packing dari Access Logistics berikut ini untuk menambah kualitas pelayanan bisnis anda!

1. Bungkus produk secara berlapis

Agar barang yang dikirim aman dalam perjalanan, kamu perlu memberikan perlindungan berlapis pada barang tersebut, yaitu dengan cara melapisi produk menggunakan bubble wrap dan membungkusnya kembali dengan karton/kardus. Jika dalam satu kardus terdapat beberapa produk, maka setiap produk harus dilapisi bubble wrap secara terpisah ya, Guys. Untuk kardus terluar, pilihlah yang memiliki kualitas yang bagus dan berbahan keras, biar kardus nggak mudah penyok dan sobek. Hindari memakai kembali kardus bekas ya, karena kardus bekas sudah kehilangan kekuatannya, jadi risiko rusak lebih besar. Lalu jangan lupa buat memastikan nggak ada celah dalam kardus kemasan, ya. Celah dalam kemasan malah akan membuat barang bergerak-gerak dan tergoncang selama pengiriman. Kamu bisa memanfaatkan koran bekas atau styrofoam untuk mengisi celah tersebut. Usahakan untuk menggunakan kardus kemasan yang sesuai atau yang nggak terlalu besar dari ukuran produk asli untuk menghindari terlalu banyak celah kosong.

2. Gunakan packingkayu untuk barang mudah pecah dan makanan

Jika produk yang anda jual kebanyakan adalah barang pecah belah atau makanan, pertimbangkan untuk menggunakan packing kayu. Kadang bubble wrap dan kardus aja belum cukup menjamin barang tetap aman dan paket nggak penyok. Kalau memang masih bisa menggunakan kardus, perhatikan juga cara menyegelnya, ya. Gunakan perekat yang kuat dengan membentuk pola huruf H di bagian atas dan bawah kardus. Selain barang pecah belah dan makanan, untuk barang berdimensi besar, berjumlah banyak, dan bernilai tinggi seperti CPU, laptop, tabletsmartphone, layar LCD juga sangat disarankan untuk dikemas dengan packing kayu. Kemasan kayu memiliki kelebihan berupa perlindungan mekanis yang baik terhadap barang yang dikemas karena peti kayu memiliki karakteristik yang kuat terhadap tekanan dan tumpukan.

3. Stiker peringatan jangan sampai ketinggalan

Hal selanjutnya yang nggak boleh terlewat adalah menempelkan stiker peringatan di permukaan kardus atau packing kayu untuk menginformasikan kondisi barang di dalam paket agar kurir dari ekspedisi yang kamu gunakan dapat lebih berhati-hati ketika membawanya. Apalagi kalau barangmu adalah barang yang rawan rusak, stiker peringatan ini penting banget. Kalau kamu bosan dengan tampilan desain stiker peringatan yang begitu-begitu aja, kamu bisa menyontek desain stiker yang lucu dengan kata-kata yang juga unik, seperti: Mudah patah seperti hatiku. Jangan dibanting apalagi digantung. Baik kurir maupun pelangganmu akan senyum-senyum sendiri melihat paket kiriman darimu itu, deh!

4. Pilih jasa pengiriman yang terpercaya

Kalau packing dan stiker peringatan udah beres, selanjutnya adalah memastikan jasa pengiriman yang terpercaya agar bisa kamu andalkan untuk menjaga paket-paketmu tetap utuh selama dalam perjalanan hingga sampai ke tangan pelanggan. Banyak banget ekspedisi yang menawarkan macam-macam layanan pengiriman di zaman serba jual-beli online ini. Salah satunya adalah JX yang bisa kirim barang apa aja ke seluruh Indonesia dengan dua metode pembayaran, yaitu COD atau CSOD yang bisa memberi kenyamanan untuk pelangganmu bertransaksi. COD dan CSOD dari JX nggak ada limit nilai transaksi, lho. Puluhan ribu sampai ratusan juta, JX bisa terima!

5. Selipkan pesan personal dalam paket

Sekarang banyak toko online yang memberikan layanan ekstra dengan menyelipkan pesan personal berupa kartu ucapan dalam paketnya. Pesan personal itu bisa bermacam-macam bentuknya. Tapi, yang paling sering adalah berupa quote-quote inspiratif. Dengan pesan personal tersebut, pelangganmu akan merasa diperhatikan dan mereka merasa memperoleh perlakuan spesial yang menimbulkan kesan mendalam di diri mereka.

Nah, setelah tahu cara packing barang yang aman di atas, jangan lupa untuk dipraktikkan, ya. Perlu diingat juga nih, masih sering terjadi kesalahan ketika membungkus produk dengan bubble wrap. Yang perlu dilapisi bubble wrap adalah produknya ya, bukan kardus luarnya, karena nggak perlu. Kenali juga berbagai macam fungsi pelindung kemasan, mulai dari bubble wrap, peti kayu, plastik kresek, kardus, amplop, dan lain sebagainya untuk disesuaikan dengan produk yang berbeda.